Jumat, 03 Mei 2019

TAMAN WISATA ALAM MENIPO, KABUPATEN KUPANG-NTT INDONESIA

Pulau Menipo merupakan pulau yang daratannya terpisah dari Pulau Timor,meemiliki panjang 2.449,5 hektar dengan lebar 700 meter. Pulau ini merupakan bagian dari Desa Enoraen, Kecamatan Kuarasi Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Taman Wisata Alam Menipo dikelola oleh Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Propinsi NTT.  Daerah ini ditetapkan sebagai TWA pada tanggal 28 Desember 1992. 

Di perluhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan melalui jalur Oesao-Oekabiti atau melalui arah Batuputih, melewati kali Noelmina.  Jarak melewati batu putih lebih jauh, namun akses jalannya lebih baik, hanya saja kita harus melewati sungai sehingga hanya dapat dilewati saat air tidak terlalu tinggi atau kita dapat meminta warga untuk menggotong kendaraan.

Terdapat  beberapa hewan seperti Rusa Timor (Cervus timorensis), Kakatua Jambul Kuning (Cacatua sulphurea), Penyu sisik ( Eretmochelys imbricata) dan Kelelawar (Pteropus vampyrus). Semnetara vegetasi tumbuhan yang ada di dominasi oleh Lontar (Borrassus flabelifer) dan Mangrove.

Kami memulai perjalanan sekitar pukul 07.00 melewati jalur Batu Putih. Kami sempat berpikir untuk mengganti tujuan sebab air sungai yang cukup tinggi, namun seketika kami bertemu dengan sepasang suami istri yang juga ingin menyebrang. Mereka memanggil anak-anak disekitar desa untuk membantu menyebrangkan kendaraan kami. Setelah melewati sungai, perjalanan dilanjutkan sekitar 30 menit untuk mencapai kantor BKSDA.

Setelah melapor, kami membayar tiket masuk sebesar Rp. 7.500/orang dan membeli bahan bakar  sebanyak 10 liter agar bias mengelilingi Pulau Menipo. Kapal membawa kami mengelilingi pulau sambil melihat pemandangan alam yang memanjakan mata. Spot pertama yang kami singgahi adalah sebuah pulau kecil yang dihuni oleh sekelompok kelelawar. Sejenak, petugas yang menemani kami mengeluarkan kode lewat lengkingan suara, maka kelelawar-kelelawar muali beterbangan dan berpatroli secara berkelompok. Sekejap, kami mulai berebutan untuk mengambil gambar dengan view Kelelawar yang beterbangan kian kemari.

Spot kedua yang kami singgahi adalah sebuah daratan yang dihuni oleh sekelompok Rusa dan didominasi oleh vegetasi Lontar. Disini kita bisa berinteraksi dengan Rusa, serta melihat tempat penangkaran Tukik. Pantai ditempat ini juga sangat indah, sekilas mirip dengan pantai Oetune di So’e. Keunikan dari pantai ini adalah saat mengambil gambar akan ada pantulan seperti cerminan. Berada dipantai ini memberikan ketenangan tersendiri yang rasakan.  

I have a lot of great memories, but I can’t imagine anything more exciting than the life I have now !!

 













LET'S VISIT AND KEEP CLEAN !!!!


Posting Komentar

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search